Artikel pilihan

Argentinosaurus

Argentinosaurus adalah sebuah genus dinosaurus sauropoda raksasa yang hidup pada periode Kapur Akhir di wilayah yang sekarang menjadi Argentina. Meskipun hanya diketahui dari sisa-sisa fosil yang tidak lengkap, Argentinosaurus merupakan salah satu hewan darat terbesar sepanjang masa yang pernah diketahui, dan mungkin yang paling besar, dengan ukuran panjang mencapai 30–35 m (98–115 ft) serta berat 65–80 t (72–88 ton pendek). Hewan ini adalah anggota dari Titanosauria, kelompok sauropoda yang dominan pada zaman Kapur. Tulang Argentinosaurus pertama kali ditemukan pada tahun 1987 oleh seorang petani di ladangnya di dekat kota Plaza Huincul. Sebuah ekskavasi ilmiah di situs tersebut yang dipimpin oleh paleontolog Argentina José Bonaparte dilakukan pada tahun 1989, dan berhasil menemukan beberapa tulang belakang punggung serta bagian dari sakrum—tulang belakang yang menyatu di antara tulang belakang punggung dan ekor. Spesimen tambahan yang ditemukan meliputi sebuah femur (tulang paha) utuh dan satu batang tulang paha lainnya. Argentinosaurus dinamai oleh Bonaparte dan paleontolog Argentina Rodolfo Coria pada tahun 1993; genus ini hanya memiliki satu spesies tunggal, A. huinculensis, yang dinamakan berdasarkan tempat penemuannya, Plaza Huincul. (Selengkapnya...)

Artikel pilihan sebelumnya: Syafruddin PrawiranegaraMenyerahnya JepangCompsognathus

Peristiwa terkini

Hakainde Hichilema
Hakainde Hichilema

Tahukah Anda

Hari ini dalam sejarah

24 Agustus: Hari Kemerdekaan di Ukraina (1991)

{{{title}}}
Gunung Vesuvius dan
reruntuhan Pompeii

Tanggal lain: 23 Agustus 24 Agustus 25 Agustus

Gambar pilihan

Gumuk 45 di Sossusvlei, Namibia, tampak kemerahan saat matahari terbit. Bukit pasir bintang ini terbentuk dari pasir kuarsa kaya besi yang warnanya semakin merah akibat proses oksidasi selama jutaan tahun. Lanskap gurun ini merupakan bagian dari Gurun Namib, salah satu gurun tertua di Bumi yang terus dibentuk oleh hembusan angin.
Gumuk 45 di Sossusvlei, Namibia, tampak kemerahan saat matahari terbit. Bukit pasir bintang ini terbentuk dari pasir kuarsa kaya besi yang warnanya semakin merah akibat proses oksidasi selama jutaan tahun. Lanskap gurun ini merupakan bagian dari Gurun Namib, salah satu gurun tertua di Bumi yang terus dibentuk oleh hembusan angin.
(ukuran asli: 5.385 × 3.590 piksel, 6,97 MB)

Oleh: Giles Laurent
Lisensi: CC BY-SA 4.0

Bahasa