And the things that actually did go wrong?

The real ones. The ones that actually landed.

You handled them when they came. Not before. Not during all those nights you tried to pre-live them. You handled them in the moment — with the version of you that existed at that exact time, with the clarity that only arrives when something is actually real.

You didn't need all that preparation. You never did.

You were always going to be okay when it mattered.

Worry is not wisdom. Tension is not readiness. Anxiety is not love for your future self.

It's just noise pretending to be useful.And you've spent so much of your one life listening to it.

So the next time your mind serves up the next big catastrophe — ask it one thing:

Has this happened yet?

If the answer is no — you're not solving a problem. You're creating one. In your body. In your nervous system. In the only moment you actually have.

Put it down. Not forever. Just for now.

And come back to what's actually here — which, if you look honestly, is almost always quieter, safer, and more okay than the story your mind was telling.

The thing you're tensed about right now?

In two years you will struggle to remember the details.

In five years it might even be funny.

And right now — in this moment — it is stealing the only thing you can never get back. UR HAPPINESS...UR PEACE

Don't let it.

Marah

Marah, salah satu kata sifat yang diartikan sebagai perilaku sangat tidak senang akan sesuatu. Marah menjadi salah satu tanda emosi negatif. Sebagai salah satu emosi yang ada dalam sifat manusia, wajar saja jika seseorang menjadi marah akan sesuatu yang tidak disenanginya. Tapi, kapan sih seharusnya seseorang itu marah?

Marah boleh, asalkan harus tahu satu hal, penyebab dari kemarahan. Kalau marah nya tanpa alasan, itu yang harus dipertanyakan, "ada apa denganmu?"

Ada yang memandang baik kemarahan bila ditempatkan di tempat yang tepat. Dari salah satu pelatihan yang membahas tentang psikologi manusia, Aku dapat ilmu baru kapan kita harus marah dan diperbolehkan, yaitu saat hak kita dirampas. Marah di kondisi tersebut menunjukkan kita sedang memperjuangkan hak-hak yang ditindas atau diinjak oleh orang lain. Selain itu? Sebaiknya dikurangi lah, apalagi marah yang nggak jelas penyebabnya.

Rasulullah saw. bersabda, "Ingatlah sesungguhnya di antara manusia ada yang tidak mudah marah (dan kalau marah) cepat reda (amarahnya). Ada orang yang cepat marah serta cepat reda amarahnya. Ingatlah juga bahwa di antara manusia ada yang cepat marah serta tidak mudah reda amarahnya. Ingatlah, orang yang paling baik adalah orang yang tidak mudah marah serta cepat reda amarahnya. Sementara orang yang paling buruk adalah orang yang cepat marah dan tidak muda reda amarahnya" (HR. at-Tirmidzi)

"It's good that you took your time to lick your wounds for a bit, but if you keep licking you're just going to create a new wound, you know what I'm saying? It's time to take a leap again." #notetoself #mistymornings #leusden #dentreek #dentreekhenschoten #thenetherlands #mistylandscape (bij The Netherlands) https://www.instagram.com/p/CoPA_BOo8Ld/?igshid=NGJjMDIxMWI=

Semua Butuh Ilmu dan Upaya

Terkadang, ada kesempatan baik yang datang pada kita disaat kita merasa belum 'siap' atau belum 'pantas'. Dan, baru-baru ini aku menyadari jika siap atau pantas itu bisa kita ciptakan. Merasa tidak siap atau tidak pantas adalah gambaran bahwa kita seutuhnya adalah manusia biasa yang sadar kalau kita memiliki kekurangan atau batasan. Yang paling penting, soal kesempatan yang datang itulah, yang bisa jadi gak akan muncul lagi nanti. So, tugas yang harus dituntaskan adalah menyambut kesempatan dengan kesungguhan dan totalitas. Sabar dan bertahap dalam beproses, tanam mindset untuk terus mengupayakan, sembari memohon agar terus dikuatkan, insyaaAllah kita akan berprogres. Mungkin progressnya sedikit. Tapi kan, sedikit demi sedikit lama-lama jadi bukit, kan? Setiap kesempatan yang hadir kepada kita adalah bentuk bahwa Allah ingin kita upgrade menjadi lebih baik. Dan menjadi lebih baik artinya harus ada pengorbanan untuk memantaskan. Maka, disinilah kita butuh ilmu. Agar kesempatan baik yang datang bisa kita tebarkan manfaatnya. Agar manfaatnya meluas, dan bukan hanya kita saja yang merasakannya. Semoga, pada setiap kesempatan yang Allah hadirkan untuk kita, semangat untuk belajar dan upaya untuk menghadirkan yang terbaik dari diri kita semakin terpantik. Dan semoga, kita tidak mudah berpuas dan terus berbenah untuk menjadi lebih baik dari waktu ke waktu, aamiin.

09 Januari 2024

-Yang sedang belajar dan berbenah~