Zaara Hayat Khan

1.5M ratings
277k ratings

See, that’s what the app is perfect for.

Sounds perfect Wahhhh, I don’t wanna

Ujung Tombak IGD

Menjadi dokter umum magang alias internship dan menjadi ujung tombak IGD rasanya naik turun. Selalu berpikir “Kira-kira diagnosis pasienku sudah benar nggak ya? Apakah benar sudah tepat sasaran mengarah ke satu diagnosis atau nggak ya?” Kalau akhirnya benar yaa alhamdulillah, ternyata arahnya sudah sesuai. Tapi saat melenceng dikit, mulai overthinking dan merenung, “oohh ternyata ituu diagnosisnya”. Kadang menjadi ujung tombak penjaga IGD yang tidak pernah tutup ada hikmahnya. Jadwalnya tetap, gitu-gitu aja, tapi keadaan di saat jaga itulah yang mewarnainya.

Pokoknya terima kasih terbesar Aku sampaikan pada semua pasien-pasien yang kutemui di IGD RS tempatku magang. Terima kasih sebesar-besarnya karena kalianlah guru terbaik. Bagi kami seorang dokter, pasien adalah guru terbaik kami. Semoga kalau sudah sembuh nggak usah rajin-rajin ke IGD lah, jaga kesehatan aja biar sehat selalu.

Tetap jaga kesehatan yaa semuanya🥰

dokter kisah personal
teriyakiryders-blog
aftansa

Kita sering mikir kalau emosi itu harus dikontrol mati-matian. padahal yg lebih sering terjadi itu ditekan, bukan dipahami.

Kelihatannya “tenang”, tapi didalam numpuk.

Ngga meledak sekarang sih, tapi bocor di hal-hal kecil kan?

Emosi yg ngga dikasih ruang itu ternyata ngga hilang, mereka cuma ganti cara untuk muncul.

Kadang juga bukan kita yg terlalu sensitif, kita cuma terlalu lama jadi pura-pura kuat.

Dan sebenrnya ngaku “lagi ngga baik-baik aja” itu jauh lebih sehat daripada terus maksa buat terlihat baik-baik aja.

Written by Aftansa

Burnout

Akhirnya, hari yang betul-betul lelah mulai kurasakan. Perasaan bukan sekali ini saja Aku jauh dari orang tua dan merantau, tapi kenapa rasa lelah ini semakin menjadi-jadi? Pas pulang dari jaga RS, makan dengan teman-teman kos, ketawa-ketawa. Tapi setelah itu, masuk kamar, nangis kejer. Berasa merantau hampir setahun padahal masih sebulan. Entahlah, tiba-tiba mau nangis aja. Hormon juga lagi kalang kabut karena PMS. Mungkin karena partner jaga tidak sefrekuensi dan kejadian menjengkelkan pas jaga buat semuanya berkumpul jadi satu.

Besoknya teman-teman kos lihat mukaku bengkak. Aku bilang aja karena baru bangun tidur jadinya bengkak. Siangnya ditanyain lagi kenapa suaraku bideng, Aku bilang karena tiap halangan Aku sakit. Ada benernya sih, tapi bilang aja gitu. Kasian kalau mereka tau Aku udah nangis kejer, nanti mereka sedih juga. ENTJ kuat kok, Akan kujalani walau dengan menangis. HAHAHA

kisah merantau