Avatar

Untitled

@bobbynus

KAI Logistik (Kalog) terus memperkuat dukungannya terhadap keandalan prasarana perkeretaapian nasional.

Pada 2026, perusahaan dipercaya mengerjakan pengeceran balas jalan rel di seluruh wilayah Daerah Operasi (Daop) dan Divisi Regional (Divre) KAI yang tersebar di Pulau Jawa dan Sumatera.

Pekerjaan tersebut dilaksanakan secara bertahap sepanjang tahun dengan menyesuaikan kebutuhan perawatan jalur di setiap wilayah.

Pengeceran balas merupakan kegiatan penurunan dan pemerataan batu balas atau ballast di sepanjang jalur rel. Material tersebut memiliki fungsi penting untuk menjaga kestabilan rel dan bantalan, sehingga kondisi prasarana tetap mendukung keselamatan dan kelancaran perjalanan kereta api.

Pastikan proses distribusi VP of Commercial KAI Logistik Ferdian Pardosi mengatakan, pihaknya memastikan proses distribusi material hingga pelaksanaan di lapangan berlangsung tepat waktu dan efisien.

KAI Logistik mencatatkan pertumbuhan positif pada bisnis angkutan ritel melalui KAI Logistik Express sepanjang 2026. Hingga Juli 2026, layanan KAI Logistik Express telah melayani lebih dari 2 juta kiriman paket dengan total volume mencapai sekitar 41.980 ton, meningkat 15 % dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebesar 36.367 ton.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan pengiriman yang mampu memberikan kemudahan, keandalan, serta konektivitas antardaerah.

Tidak hanya melayani pengiriman paket, KAI Logistik Express juga menghadirkan layanan untuk berbagai komoditas yang menjadi kebutuhan masyarakat, termasuk pengiriman hewan peliharaan dan sepeda motor yang juga menjadi komoditas pengiriman utama yang dilayani Kalog Express.

Indikator positif

VP of Commercial KAI Logistik, Ferdian Pardosi mengungkapkan pertumbuhan angkutan ritel hingga Juli 2026 menjadi salah satu indikator positif bahwa kebutuhan masyarakat terhadap layanan logistik yang mudah diakses dan memiliki jaringan luas terus meningkat.

UNTUK menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, BUMN logistik ini kembali menghadirkan promo spesial bertajuk ‘Merdeka Ongkir’.

Melalui program itu, KAI Logistik (Kalog) mengajak masyarakat merayakan momen kemerdekaan dengan menikmati layanan pengiriman paket yang lebih hemat melalui layanan Kalog Express.

Sepanjang Agustus, pelanggan dapat menikmati diskon 17% untuk pengiriman paket dengan berat minimal 10 kilogram dengan tujuan ke seluruh wilayah yang dilayani Service Point Kalog Express.

Promo ini berlaku untuk pengiriman yang dilakukan melalui jaringan Service Point Kalog Express dan dihadirkan sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan sekaligus mengajak masyarakat memanfaatkan layanan logistik yang praktis, aman, dan terjangkau.

Berbagi manfaat

VP of Corporate Secretary Kalog, Dwi Wulandari menerangkan, momentum Hari Kemerdekaan menjadi kesempatan bagi perusahaan untuk berbagi manfaat kepada masyarakat melalui layanan logistik yang semakin mudah dijangkau.

KAI Logistik (Kalog) terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan layanan logistik yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Tercatat sepanjang Semester I Tahun 2026, layanan pengiriman hewan peliharaan (anabul) menggunakan moda kereta api (KA) melalui layanan Kalog mencapai volume sebanyak 90.321 ekor, meningkat 21% dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 74.637 ekor.

Capaian ini menunjukkan komitmen perseroan dalam menghadirkan layanan logistik yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Pencapaian ini mencerminkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan pengiriman hewan peliharaan yang aman, nyaman, dan memperhatikan kesejahteraan hewan.

Gaya hidup

Di sisi lain, pertumbuhan tersebut juga menjadi indikator berkembangnya ekosistem kepemilikan hewan peliharaan di Indonesia yang kini telah menjadi bagian dari gaya hidup sekaligus memberikan manfaat emosional bagi masyarakat.

KAI Logistik (Kalog) terus memperkuat perannya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui pengembangan ekosistem logistik yang inklusif. Salah satunya diwujudkan melalui program kemitraan Kalog Express, yang hingga saat ini telah berkembang menjadi 264 titik kemitraan yang tersebar di berbagai wilayah operasional KAI Logistik di Jawa, Bali dan Sumatera Selatan (Sumsel).

Program kemitraan tersebut membuka kesempatan bagi masyarakat untuk membangun usaha di sektor logistik dengan memanfaatkan jaringan, sistem, dan dukungan operasional perusahaan. Selain memperluas akses layanan pengiriman bagi pelanggan, program ini juga menjadi salah satu bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penciptaan peluang usaha dan sumber penghasilan yang berkelanjutan.

Manager of Public Relations Kalog, Adjeng Putri Adhatu menyatakan, kemitraan merupakan strategi perusahaan untuk menghadirkan manfaat ekonomi yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Pihaknya percaya bahwa pertumbuhan bisnis harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Usaha sendiri

"Melalui program kemitraan Kalog Express, kami membuka kesempatan bagi masyarakat untuk memiliki usaha sendiri dengan dukungan ekosistem logistik yang telah terbangun. Sehingga mereka dapat memperoleh penghasilan sekaligus berkontribusi dalam memperluas layanan logistik nasional," terangnya.

KAI Logistik (Kalog) berhasil mengelola angkutan barang mencapai sekitar 8,7 juta ton sepanjang semester I 2026.

Capaian tersebut mencerminkan konsistensi perusahaan dalam menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus memperkuat peran kereta api sebagai moda transportasi logistik yang efisien, andal dan berkelanjutan.

Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan mengatakan capaian tersebut ditopang oleh pertumbuhan pada sejumlah segmen bisnis strategis, di tengah meningkatnya kebutuhan distribusi logistik nasional.

Sepanjang Semester I 2026, batu bara masih menjadi komoditas utama yang dikelola dengan kontribusi sekitar 63% atau mencapai 5,4 juta ton.

PT KAI Logistik (Kalog) terus memperkuat perannya dalam mendukung rantai pasok berpendingin (cold chain) nasional melalui layanan angkutan reefer berbasis kereta api (KA).

Hingga Mei 2026, BUMN logistik itu berhasil mengangkut sekitar 9.352 teus komoditas berpendingin, meningkat 39% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pencapaian tersebut mencerminkan meningkatnya kebutuhan industri terhadap sistem logistik yang mampu menjaga kualitas, keamanan, dan kesegaran produk selama proses distribusi.

Melalui layanan reefer container, perseroan mendukung distribusi berbagai komoditas yang memerlukan pengendalian suhu, mulai dari produk pangan segar dan olahan, hasil perikanan, hingga produk farmasi yang sensitif terhadap perubahan temperatur.

Solusi logistik

VP of Commercial KAI Logistik, Ferdian Pardosi menjelaskan, bahwa pertumbuhan volume angkutan reefer menunjukkan semakin tingginya kepercayaan pelanggan terhadap moda kereta api sebagai solusi logistik cold chain yang andal, efisien, dan berkelanjutan.

SAAT memasuki periode libur panjang perguruan tinggi dan tahun ajaran baru yang umumnya berlangsung pada Juni hingga Juli, KAI Logistik (Kalog) melalui layanan pengiriman retail melakukan berbagai langkah antisipasi.

Salah satunya adalah menghadapi potensi peningkatan volume pengiriman sepeda motor di Daerah Istimewa Yogyakarta, yang dikenal sebagai salah satu kota pendidikan terbesar di Indonesia.

Manajer Wilayah Tengah Kalog, Yudhi Kurniawan dalam keterangannya menyampaikan bahwa saat ini, tren pengiriman sepeda motor masih relatif sejalan dengan pola pada tahun-tahun sebelumnya. Tercatat hingga awal Juni, belum terlihat lonjakan signifikan, namun secara rata-rata harian telah terjadi peningkatan sekitar 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Kami memproyeksikan berdasarkan tren historis tahun lalu, puncak pengiriman diperkirakan terjadi pada Juli, bertepatan dengan periode kembalinya mahasiswa ke kampus setelah libur semester serta dimulainya tahun ajaran baru. Pada periode tersebut, volume pengiriman sepeda motor berpotensi meningkat hingga dua hingga tiga kali lipat dibandingkan rata-rata harian pada hari normal,” paparnya.

KAI Logistik (Kalog)/tengah menjalani rangkaian proses resertifikasi dan surveillance Sistem Manajemen Berbasis ISO sebagai bagian dari upaya menjaga konsistensi penerapan standar tata kelola perusahaan.

Proses tersebut telah berlangsung sejak 11 Mei 2026 dan mencakup evaluasi terhadap implementasi sistem manajemen di lingkungan perusahaan.

Agenda yang dilakukan pada pertengahan tahun 2026 ini, merupakan audit dalam rangka sertifikasi ulang beberapa ISO, yang bertujuan untuk memastikan bahwa Perseroan telah menerapkan tiga standar internasional, yaitu ISO 9001:2015 tentang Sistem Manajemen Mutu, ISO 14001:2015 tentang Sistem Manajemen Lingkungan, serta ISO 45001:2018 tentang Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).

Sebagai bagian dari rangkaian persiapan resertifikasi tersebut, KAI Logistik telah melaksanakan kegiatan in-house training yang berlangsung pada 17-18.

KAI Logistik (Kalog) terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung distribusi barang nasional. Melalui layanan logistik berbasis kereta api dan pemanfaatan multimoda, hingga Mei 2026 perusahaan berhasil mengelola volume angkutan barang sebesar 6,8 juta ton yang terdiri dari berbagai komoditas strategis untuk memenuhi kebutuhan sektor industri nasional.

Capaian tersebut mencerminkan peran BUMN logistik ini dalam mendukung kelancaran rantai pasok di berbagai wilayah operasional. Di tengah kebutuhan industri terhadap layanan logistik yang semakin efisien, terintegrasi dan berkelanjutan, perusahaan terus berupaya menghadirkan layanan distribusi yang mampu menjawab kebutuhan pengiriman barang retail hingga barang berskala besar.

Pada Mei 2026 saja, perseroan berhasil mencatatkan pengelolaan angkutan barang sebesar 1,7 juta ton. Volume tersebut didominasi oleh angkutan batu bara sebesar 1,1 juta ton. Selain itu, perusahaan juga mengelola 267 ribu ton angkutan peti kemas, 224 ribu ton layanan pra dan purna BBM/BBK, sekitar 38 ribu ton angkutan semen, 6 ribu ton pengiriman barang retail serta 684 ton angkutan limbah B3 yang memerlukan penanganan khusus sesuai standar keselamatan dan regulasi yang berlaku.

SAAT mengawali 2026 Kereta Api Logistik terus melakukan ekspansinya dengan membuka titik Service Point Kalog Express di Semarang, Jawa Tengah.

Perluasan ini menandakan komitmen merela dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan distribusi logistik nasional.

“Pembukaan layanan ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperluas akses layanan logistik ritel sekaligus mendekatkan layanan kepada pelanggan. Dan Semarang memiliki potensi ekonomi yang besar dan terus menunjukkan tren pertumbuhan yang positif,” ungkap Manajer Wilayah Tengah KAI Logistik, Sasongko Budiyanto.

Menurut Sasongko, pertumbuhan tersebut tercermin dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat pertumbuhan ekonomi Provinsi Jateng pada Triwulan III 2025 sebesar 5,37 persen secara Year on Year (YoY).

KAI Logistik menghadirkan promo akhir tahun melalui layanan Kalog Express dengan memberikan diskon pengiriman hingga 50% untuk berbagai jenis paket. Program ini diluncurkan untuk memenuhi lonjakan kebutuhan pengiriman yang meningkat signifikan menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) memproyeksikan kenaikan volume barang sebesar 20–30% secara month-to-month pada periode nataru. Menyikapi tren tersebut, KAI Logistik menilai momentum ini tepat untuk memberikan nilai tambah sekaligus apresiasi bagi pelanggan setia.

Manager of Marketing & Sales Courier KAI Logistik, Ayi Suryandi, mengatakan promo ini dirancang untuk mempermudah masyarakat dan pelaku usaha di tengah tingginya aktivitas logistik akhir tahun.

“Diskon hingga 50% ini kami hadirkan agar pelanggan dapat mengirim barang lebih hemat tanpa mengurangi kualitas layanan. Ini juga menjadi kontribusi perusahaan dalam mendukung mobilitas masyarakat dan perputaran ekonomi,” ujar Ayi.

Lewat program KAI Logistik Peduli Sumatra, perusahaan membuka partisipasi bagi pegawai, pelanggan, mitra, dan masyarakat untuk mengirimkan bantuan tanpa biaya. Bantuan yang diterima meliputi pakaian layak pakai, sembako, makanan kering dan instan, kebutuhan bayi, obat-obatan dasar, dan perlengkapan sehari-hari dengan berat maksimal 10 kg.

Pengumpulan donasi berlangsung pada 8–11 Desember 2025. Seluruh paket akan dikonsolidasikan di titik kumpul Jakarta pada 12 Desember, sebelum dikirim ke Sumatra.

Masyarakat dapat menyerahkan bantuan melalui 20 titik Service Point Kalog Express di Jakarta, Bekasi, Bandung, Sukabumi, Cikampek, Cirebon, Semarang, Yogyakarta, Solo, Sragen, Surabaya, Banyuwangi, dan Denpasar.

PT KAI Logistik mencatat total pengelolaan barang lebih dari 19 juta ton hingga Oktober 2025. Capaian ini menunjukkan kinerja operasional yang solid dan konsisten sepanjang tahun.

“Memasuki triwulan akhir, perusahaan mampu menjaga performa pengelolaan dan pengiriman barang dengan stabil. Dari total tersebut, angkutan batu bara masih mendominasi dengan sekitar 14,2 juta ton,” ujar VP Corporate Secretary KAI Logistik, Dwi Wulandari, Jumat (28/11).

Selain batu bara, layanan pra dan purna angkutan BBM–BBK mencapai 2,5 juta ton, angkutan kontainer 2 juta ton, angkutan semen 357.000 ton, limbah B3 13.266 ton, dan layanan kurir 54.175 ton.

Pada Oktober 2025, beberapa lini bisnis mencatat pertumbuhan kuat. Layanan bongkar muat BBM/BBK menembus 275.882 ton, tertinggi sepanjang tahun atau tumbuh sekitar 10 persen dari rata-rata bulanan. Angkutan kontainer naik 14 persen menjadi 228.105 ton, sementara layanan kurir meningkat 13 persen menjadi 6.058 ton.

SEBAGAI anak perusahaan dari PT KAI, KAI Logistik terus memperkuat komitmennya dalam mendukung peningkatan keselamatan dan keandalan infrastruktur perkeretaapian nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengiriman material rel jenis R54 dari Stasiun Kebonromo Sragen, menuju Stasiun Maos DAOP 5 Purwokerto, Jawa Tengah.

Pengiriman logistik menggunakan moda transportasi darat dengan truk trailer sliding, dengan total muatan mencapai 280 batang rel atau setara dengan 380 ton. Proses pengiriman dilakukan secara bertahap dengan menerapkan prosedur keselamatan agar setiap batang rel dapat diangkut dengan aman dan tepat waktu.

"Rel R54 sendiri merupakan material strategis dalam pembangunan dan perawatan jalur kereta api yang memiliki spesifikasi kekuatan serta daya tahan terhadap beban dinamis. Penggunaan material ini ditujukan untuk memperkuat infrastruktur dan menunjang program peningkatan keselamatan jalur KA," ujar Direktur Pengembangan Usaha Riyanta melalui keterangannya.

LAYANAN pengiriman hewan peliharaan KAI Logistik terus menunjukkan tren kinerja positif sepanjang 2025.

Hingga triwulan III, KAI Logistik tercatat telah mengirimkan lebih dari 116 ribu ekor hewan peliharaan ke berbagai wilayah di Indonesia. Pertumbuhan layanan ini terus meningkat dari waktu ke waktu, dengan kenaikan rata-rata sebesar 7% per triwulan.

Pada triwulan I tahun 2025, tercatat 36.076 ekor hewan peliharaan telah dikirimkan, kemudian meningkat menjadi 38.561 ekor pada triwulan II, dan kembali naik menjadi 41.404 ekor pada triwulan III.

Direktur Pengembangan Usaha, Riyanta menyampaikan bahwa capaian positif ini menjadi bukti meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan logistik KAI yang aman, nyaman, dan ramah terhadap kesejahteraan hewan.

SEBAGAI bukti dari komitmen mereka dalam menghadirkan layanan logistik yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, KAI Logistik meluncurkan inovasi terbaru berupa informasi carbon footprint atau jejak karbon yang kini tercantum langsung di setiap invoice pelanggan.

Melalui inovasi itu, pelanggan dapat mengetahui jumlah emisi karbon (CO?) yang dihasilkan dari aktivitas pengiriman barang melalui moda kereta api. Langkah tersebut menjadi wujud nyata tanggung jawab KAI Logistik dalam mendukung implementasi Green Logistics di Indonesia serta memperkuat peran BUMN dalam mendorong sistem transportasi yang efisien dan berwawasan lingkungan.

Diungkapkan Direktur Pengembangan Usaha KAI Logistik, Riyanta, kehadiran fitur informasi jejak karbon merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk mendorong kesadaran lingkungan di setiap aktivitas bisnis. Transparansi merupakan langkah awal menuju perubahan yang lebih berkelanjutan.