Runi Arumndari

Runi Arumndari

Favorite films

  • The Cabinet of Dr. Caligari
  • Your Vice Is a Locked Room and Only I Have the Key
  • La La Land
  • Titane

Recent activity

All
  • Abigail

    ★★★★

  • 28 Years Later: The Bone Temple

    ★★★★

  • Salmokji: Whispering Water

    ★★★

  • Lee Cronin's The Mummy

    ★★★½

Recent reviews

More
Salmokji: Whispering Water
★★★ Watched

SALMOKJI punya penulisan yang mirip effort laki-laki ke perempuan dari sejak pdkt sampai jadian; awalnya gas ngeng puolll abis itu melempem. Aku enjoy banget nonton paruh pertama dan keduanya. Atmosfernya serem banget—sampai aku mostly nutup mata—penuh misteri yang bikin aku menunggu-nunggu jawabannya. Editing dan camera work-nya juga seru dan semakin bikin atmosfernya ngga nyaman. Tapi, pas act ketiga… anyep. Buru-buru banget penyelesaiannya. Banyak misteri yang sebelumnya dilemparin ke penonton, ditinggalin gitu aja tanpa jawaban yang jelas, seolah ikut hanyut ke dalam air gitu aja. Sayang sih.

The Drama
★★★★ Liked Watched

Ini film menarik banget! Di sini semuanya serba abu-abu, memantik pertanyaan “are we supposed to hate them or should we forgive them?” yet at the same time ngasih liat bahwa manusia itu ngga terbatas hanya pada dikotomi salah dan benar—dan dalam hidup berpasangan, bisa ngga manusia saling menerima keabu-abuan itu. Editing-nya seru banget—chaotic and uncomfortable, senada dengan drama kehidupan para karakternya yang messy dan banyak flaws sana sini. But with every flaw, comes a realization that love should never seek for perfection.

Popular reviews

More
Ghost in the Cell
★★½ Watched

Sangat superfisial dengan dialog-dialog layaknya iklan layanan masyarakat. Seperti beberapa film Jokan yang lain, isunya tempelan aja.

Andragogy
★★½ Watched

Untuk sebuah film yang intended to be a realism dan berusaha memberikan "wejangan" tentang manusia, Budi Pekerti justru berakhir mengkhianati dirinya sendiri. Aku gak bisa merasakan ke-manusiawi-an film ini, banyak aspek yang gak nyentuh tanah—misalnya karakter yang dibuat putih mentok. Penonton dibuat film untuk percaya bahwa dia adalah orang yang serba baik dan benar—yang melalui hal ini film justru membuat dia berakhir mengkhianati karakternya sendiri dan gagal berkembang sebagai sebuah karakter. Dia gagal ngejalanin apa yang dia percayai dari awal—yaitu…