Nimitta
Dalam Buddhisme, nimitta adalah sebuah tanda atau ciri yang melaluinya objek-objek dikenali.[1] Istilah ini merujuk pada karakteristik yang umum dan relatif menetap[2] yang kontras dengan karakteristik sekunder/turunan.[3] Menangkap tanda-tanda semacam ini dengan tidak bijaksana memungkinkan pemersepsian terhadap objek-objek dan nuansa perasaan, yang pada akhirnya dapat memperkuat ketidaktahuan dan mengarah pada penderitaan.
Selain itu, kata nimitta digunakan dalam kitab-kitab suci Buddhis untuk merujuk pada landasan sebab akibat (misalnya untuk mengkritik seseorang), tanda atau pertanda yang menguntungkan, atau penampilan luar (misalnya pantulan).
Dalam Theravāda
suntingDalam kitab-kitab ikhtisar Theravāda seperti Visuddhimagga, nimitta merujuk pada gambaran mental yang muncul selama meditasi. Gambaran-gambaran ini bermula dengan wujud yang tidak stabil dan kabur (uggaha-nimitta) lalu tumbuh secara bertahap menjadi lebih jelas dan stabil seiring dengan kemajuan meditator. Diyakini bahwa ketika gambaran tersebut sudah cukup stabil (paṭibhāga-nimitta), keadaan "samādhi akses" (upacāra-samādhi) telah tercapai[4] dan pengembangan gambaran tersebut akan mengarah pada pencapaian jhāna.[5] Mencerap melalui indra tanpa menangkap tanda-tanda (secara tidak bijaksana) merupakan hal yang sentral dalam praktik pengendalian indra (indriyasaṁvara).[2][3]
Telah dicatat bahwa kitab-kitab ikhtisar yang lebih awal seperti Vimuttimagga memberikan penekanan yang lebih sedikit pada nimitta visual semacam itu dibandingkan dengan tradisi Theravāda kontemporer.[6]
Nimitta dalam kitab-kitab ikhtisar (beserta kitab komentar yang paralel dengannya) Theravāda juga dapat merujuk pada kondisi batin di ranjang kematian yang didasarkan pada karma masa lalu, sebagai tanda-tanda kematian yang diyakini meramalkan tujuan kelahiran kembali orang yang sekarat tersebut.
Dalam Mahāyāna
suntingAnimitta
suntingAnimitta, atau ketiadaan tanda, adalah salah satu dari Tiga Pintu Pembebasan dan sebuah bentuk samādhi dalam Buddhisme Mahāyāna bersama dengan kekosongan dan ketanpa-keinginan.
Aliran Yogācāra
suntingDalam pemikiran Yogācāra, nimitta merujuk pada delusi bahwa tanda-tanda yang ditangkap oleh pikiran berhubungan secara nyata dengan objek-objek di luar pikiran. Nimitta-bhāga merujuk pada konsepsi tentang sesuatu yang dilihat, yang merupakan kebalikan dari delusi tentang adanya diri yang melihat.[7]
Lihat pula
suntingReferensi
sunting- ↑ "SuttaCentral". SuttaCentral (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-02-07.
- 1 2 Bikkhu Analayo (2023). The Signless and the Deathless. New York: Wisdom Publications. ISBN 978-1-61429-888-5.
- 1 2 Buswell, Robert E.; Lopez, Donald Sewell (2014). The Princeton dictionary of Buddhism. Princeton (N.J.): Princeton University Press. ISBN 978-0-691-15786-3.
- ↑ Weearatne, W. G. (2006). Encyclopedia of Buddhism. Government of Sri Lanka.
- ↑ Brahm, Ajahn (2013-03-18). "Stepping Towards Enlightenment". Tricycle: The Buddhist Review (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-02-08.
- ↑ Sona, Ajahn (2019). "The Mystery of the Breath Nimitta" (PDF). Diakses tanggal February 8, 2024.
- ↑ Xuanzang; Vasubandhu (2018). Xuanzang; Vasubandhu; Vasubandhu (ed.). Three texts on consciousness only: Taishō volume 31, numbers 1585, 1586, 1590. BDK English Tripiṭaka series. Diterjemahkan oleh Cook, Francis H. (Edisi Second printing). Moraga, California: BDK America, Inc. ISBN 978-1-886439-04-7.