Syldavia
Syldavia (bahasa Syldavia: Zyldavja) adalah sebuah negara fiksi dalam seri komik Petualangan Tintin karya kartunis Belgia Hergé. Negara ini terletak di kawasan Balkan dan memiliki persaingan dengan negara tetangga fiksinya, Borduria. Syldavia muncul dalam Tongkat Ottokar (1938–1939), Perjalanan ke Bulan (1950), Petualangan di Bulan (1952–1953, tidak banyak), Penculikan Lakmus (1954–1956), dan Tintin di Danau Hiu (1972), serta disebutkan dalam Tintin dan Picaros (1975–1976).[1]
| Syldavia | |
|---|---|
| Lokasi dalam Petualangan Tintin | |
Bendera | |
Wilayah Balkan, lokasi umum Syldavia dan Borduria | |
| Pencipta | Hergé |
| Genre | Komik |
| Informasi dalam cerita | |
| Jenis | Monarki absolut |
| Lokasi penting | Klow (ibu kota) |
| Penguasa | Raja Muskar II |
| Populasi | 642.000 (1939) |
| Suku bangsa | Orang Syldavia |
| Moto | Syldavia (Latin): Eih bennek, eih blavek Syldavia (Kiril): Ейщ беннек, ейщ блавек Indonesia: Di sini aku berada, Di sini aku tinggal |
| Lagu kebangsaan | Bersatulah Syldavia! Hiduplah Raja kita yang jaya! Dengan Tongkat Kerajaan di tangannya! |
| Bahasa | Syldavia |
| Mata uang | Khôr |
Menurut buku Harry Thompson tahun 2011 berjudul Tintin: Hergé and Its Creation, Syldavia "merupakan penggambaran ideal Eropa Tengah pada masa antarperang – sebuah monarki yang baik hati, kehidupan desa yang damai, serta petani-petani tangguh yang mengisap pipa besar."[2]
Hergé menyatakan bahwa negara tersebut sangat terinspirasi oleh negara-negara nyata seperti Albania dan Montenegro, dan mungkin juga didasarkan pada negara-negara Balkan yang lebih besar seperti Serbia, Rumania, dan Bulgaria.
Ikhtisar
suntingSyldavia adalah sebuah monarki, memerintah pada saat cerita Tongkat Raja Ottokar yang oleh Raja Muskar XII. Ibu kotanya adalah Klow, sebelumnya bernama Zileheroum, terletak pada pertemuan dari dua sungai fiktif, Moltus dan Sungai Wladir (seperti Praha, yang bertempat di pertemuan Sungai Vltava). Kota-kota lain yang disebutkan dalam komik adalah Niedzdrow, Istow, Dbrnouk, Douma dan Zlip. Penduduk Syldavia adalah 642.000 jiwa dengan 122.000 jiwa tinggal di Klow. Maskapai nasionalnya adalah Syldair dan mata uang resminya adalah Khôr (Зилдaв хор).
Syldavia juga disebut "Kerajaan Pelikan Hitam" dengan bendera berwarna kuning dengan pelikan hitam di tengah. Ini agak menyerupai bendera Kekaisaran Romawi Suci, Basque Arrano beltza, serta bendera Albania. Namun, segel kerajaan di dinding Tongkat Raja Ottokar memiliki kemiripan yang mencolok dengan Lambang Montenegro.
Orang-orang berbicara bahasa Syldavia, sebuah bahasa yang sekilas mirip rumpun bahasa Slavia, tetapi sebenarnya didasarkan pada Marol, dialek Jermanik Barat asli Brussel. Bahasa ini ditulis dalam huruf Kiril. Anehnya, alfabet yang digunakan di dokumen abad pertengahan adalah huruf Latin, dan huruf Kiril yang digunakan adalah transkripsi langsung dari huruf Latin (misalnya, "sh" ditulis "сз" daripada "ш").
Moto kerajaan adalah "Eih bennek, eih blavek!" Hergé yang diterjemahkan sebagai "Qui s'y frotte s'y pique" "Siapa yang berani menyentuhku, dia akan tertusuk" (sebenarnya adalah moto kota Nancy, dari bahasa Latin non inultus premor. Pada edisi Inggris, moto ini diterjemahkan sebagai "If you gather Thistles, expect Prickles" ("bila mengumpulkan rumput duri, jangan heran kalau tertusuk"). Moto ini juga dapat diartikan sebagai terjemahan dialek Brussel dari frasa bahasa Belanda "Hier ben ik, hier blijf ik" ("Aku di sini, di sini saya tinggal").
Orang Syldavia tampaknya menyukai air mineral, yang tidak ditanggapi dengan baik oleh Kapten Haddock, salah satu sahabat Tintin bepergian, yang menyukai wiski.
Sejarah
suntingWilayah Syldavia dihuni oleh suku-suku nomaden yang asalnya tidak diketahui sampai abad ke-6, ketika dikuasai oleh bangsa Slavia. Wilayah oni ditaklukkan pada abad 10 oleh orang Turki, yang menduduki dataran dan memaksa Slavia mengungsi ke pegunungan (nyatanya Balkan baru ditaklukkan Turki pada abad ke-14). Syldavia modern berdiri pada 1127 ketika seorang kepala suku bernama Hveghi mengusir orang Turki setelah kemenangan di pertempuran Zileheroum. Dia kemudian mengambil nama Muskar, dan berkuasa sampai 1168. Dia memerintah dengan baik, tetapi anaknya Muskar II tidak sebaik dia. Borduria menaklukkan negeri tersebut ketika pemerintahan Muskar II di 1195. Ottokar I (nama dan gelar sebenarnya adalah Baron Almaszout) mengusir orang Borduria pada 1275.
Raja Ottokar IV menjadi raja pada 1360. Dia mengurangi dengan drastis kekuasaan para bangsawan pesaing. Ketika musuhnya, Baron Staszrvitch, mengklaim takhta dan menyerang dengan pedang, Ottokar memukulnya ke tanah dengan tongkatnya. Raja kemudian mengucapkan moto kerajaan dan menetapkan bahwa penguasa Syldavia harus memiliki dan mempertahankan tongkat itu, kalau tidak, ia akan kehilangan kekuasaannya, karena tongkat itulah yang telah menyelamatkan hidupnya. Konvensi ini memiliki kekuatan hukum sampai akhir 1939.
Pada tahun 1939 Syldavia hampir diserbu oleh Borduria tetangganya, sebagai bagian sebuah persekongkolan untuk menggulingkan Raja Muskar XII. Tongkat itu telah dicuri, dengan harapan Muskar akan turun tahta. Tintin memiliki andil dalam meredakan situasi dengan mengembalikan tongkat hanya sebelum Hari St Vladmir. Orang Borduria kemudian mengumumkan mereka akan menarik pasukan 15 mil dari perbatasan. (Situasi ini sangat mirip dengan Anschluss di Austria pada tahun 1938 meskipun akhir ceritanya tidak sama).
Raja Muskar XII adalah seorang penggemar kendaraan bermotor, yang sering menyetir sendiri dengan hanya dikawal oleh ajudan dan membawa pistol untuk perlindungan diri. Dia adalah penguasa absolut (bukan monarki konstitusional). Dia sendiri yang memerintahkan menteri dan jenderal untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mencegah kudeta dan invasi. Namun, raja terasa absen dari cerita-cerita lainnya yang bertempat di Syldavia seperti Penculikan Lakmus dan Petualangan di Bulan. Raja Muskar XII menikah, tetapi nama ratunya tidak diketahui.
Lambang negara
suntingLambang negara Syldavia ditampilkan pada halaman judul dan halaman 62 album Tongkat Ottokar. Dalam istilah heraldik, lambang tersebut digambarkan sebagai berikut:
Perisai terbagi empat: bagian pertama dan keempat berwarna emas dengan seekor burung pelikan yang sedang membentangkan sayap berwarna hitam; bagian kedua dan ketiga berwarna merah dengan dua bulan sabit berwarna perak di tengah; sebagai lambang di atas helm bergaris-garis berwarna emas yang menghadap ke depan, dengan penutup helm berwarna biru tua yang dilapisi emas, terdapat Mahkota Kerajaan Syldavia[3] berwarna asli; di belakang perisai terdapat Tongkat Kerajaan Syldavia[4] dan Tongkat Keadilan[5] yang disilangkan; semboyan “Eih bennek, eih blavek” pada gulungan di bawah perisai, dengan lambang Orde Pelikan Emas[6] menggantung di bawahnya.
Bendera Syldavia terlihat di halaman 59 buku Tongkat Ottokar, saat iring-iringan Raja melintasi kerumunan yang menyaksikan. Bendera tersebut tampaknya identik dengan kuadran pertama dan keempat lambang negara, yaitu latar emas dengan seekor burung pelikan yang terbang menghadap ke depan berwarna hitam. Bendera tersebut terlihat sebelumnya, berkibar di atas kastil mainan, pada halaman 44. Sebuah bendera laut potensial terlihat pada halaman 61, saat Tintin dan para detektif diantar dengan perahu menuju pesawat amfibi, di bagian belakangnya terdapat bendera putih dengan tulisan SYLDAVIA berwarna hitam.
Bahasa
suntingDalam buku mereka Tintin Ketje de Bruxelles (Casterman, 2004 ISBN 2-203-01716-3), Daniel Justens dan Alain Préaux telah mendokumentasikan bagaimana bahasa Syldavia didasarkan pada Marols atau Marollien, dialek dari Marollen, sebuah kawasan di Brussel yang dulunya dihuni masyarakat kelas pekerja (meski kini menjadi kawasan trendi). Marols, yang dipelajari Hergé dari neneknya, adalah bentuk bahasa Belanda yang menyertakan banyak kata dari bahasa Prancis serta sedikit sentuhan bahasa Spanyol. Bahasa Syldavia tampaknya menggabungkan unsur-unsur berbagai bahasa Eropa Tengah ke dalam dasar Marols sesuai selera Hergé, seperti bahasa Jerman, Polandia, Ceko, dan Hongaria. Bahasa ini ditulis baik dalam aksara Kiril maupun Latin, seperti bahasa Serbia.
Orang Syldavia yang berpendidikan digambarkan berbicara dalam bahasa Tintin (bahasa Prancis dalam versi asli). Ada petunjuk bahwa bahasa Jerman adalah bahasa kedua yang dominan di kalangan yang kurang berpendidikan, seperti dalam satu adegan ketika Haddock mengeluh bahwa dia haus, seorang prajurit Syldavia tidak memahaminya hingga dia berteriak "ich bin durstig". Pada masa itu, bahasa Jerman merupakan lingua franca yang dominan di Eropa Tengah dan Timur,[7] dan orang Syldavia diharapkan memiliki penguasaan bahasa Jerman yang lebih baik daripada kebanyakan orang Eropa Tengah atau Timur lainnya, karena bahasa mereka terkait dengan bahasa Jerman.
Dalam dunia fiksi ini, keberadaan bahasa Syldavia Jermanik (dan kemungkinan besar juga bahasa Borduria) dapat dijelaskan sebagai hasil dari migrasi masuk para penutur bahasa Jerman, seperti suku Sachsen Transilvania dan Schwaben Donau yang ada di dunia nyata, mungkin sebagai bagian dari Ostsiedlung yang lebih luas, namun bahasanya mengalami pergeseran selama lebih dari seribu tahun akibat isolasi relatif dari dunia berbahasa Jermanik lainnya dan interaksi dengan kelompok-kelompok lain, yang pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan cara perkembangan bahasa Rumania.
Kota
sunting- Klow (ibu kota negara)
- Niedzdrow
- Dbrnouk
- Istow
- Kragoniedin
- Sprodj
- Zlip
- Douma
- Istana Kropow (istana raja)
Syldavia dalam Buku
suntingDalam buku mereka Tintin Ketje de Bruxelles (Casterman, 2004 ISBN 2-203-01716-3), Daniel Justens dan Alain Préaux menunjukkan bahwa bahasa Syldavia sebagian besar berdasarkan dialek Marols atau Marollien, bahasa gaul rakyat Brusel yang Hergé pelajari dari neneknya. Bahasa Marols sebenarnya adalah sebuah dialek Bahasa Belanda (atau Flandria) yang dipengaruhi Bahasa Prancis.
Cerita Tintin dengan Syldavia:
- Le Sceptre d'Ottokar (Tongkat Ottokar, 1939)
- Objectif Lune (Perjalanan ke Bulan, 1953)
- On a marché sur la Lune (Petualangan di Bulan, 1954, hanya adegan bumi)
- L'Affaire Tournesol (Penculikan Lakmus, 1956)
Ada pula sebuah lagu kelompok penyanyi Spanyol La Unión yang berjudul Syldavia, mengenai negara fiktif ini.
Lihat pula
suntingReferensi
sunting- ↑ Apostolidès, Jean-Marie (2010). The Metamorphoses of Tintin: or Tintin for Adults (dalam bahasa Inggris). Stanford University Press. ISBN 978-0-8047-6030-0.
- ↑ Thompson, Harry (2011-10-13). Tintin: Hergé and His Creation (dalam bahasa Inggris). John Murray Press. ISBN 978-1-84854-673-8.
- ↑ Mahkota ini muncul dalam adegan di Ruang Harta Karun di halaman 41 dan adegan lainnya dalam Tongkat Ottokar.
- ↑ Hal ini muncul dalam buku Tongkat Ottokar mulai halaman 67 dan seterusnya.
- ↑ Tongkat kerajaan yang dihiasi dengan tangan pemberkatan, yang dikenal sebagai main de justice, adalah bagian dari perlengkapan kerajaan Raja-raja Prancis.
- ↑ Tintin digambarkan menerima lencana ini di halaman 60 dari Tongkat Ottokar.
- ↑ Polenz, Peter von (1991). Deutsche Sprachgeschichte vom Spätmittelalter bis zur Gegenwart: 19. und 20. Jahrhundert (dalam bahasa Jerman). W. de Gruyter. ISBN 978-3-11-016426-8.
Pranala luar
sunting- (Inggris) Bahasa Syldavia oleh Mark Rosenfelder (bahasa Inggris).