Moendarsih
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (September 2026) |
Moendarsih atau Mundarsih (dalam ejaan modern) adalah tokoh buruh perempuan era 1950-an. Dalam catatan sejarah perburuhan pasca-kemerdekaan, sosoknya tercatat sebagai salah satu pimpinan perempuan di Sarikat Buruh Tambang Indonesia (SBTI) dan Sarikat Buruh Rokok Indonesia (SBRI) yang berafiliasi dengan Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia (SOBSI), serta sempat duduk di parlemen transisi atau konstituante[1].
Latar Belakang
suntingPasca proklamasi kemerdekaan dan revolusi fisik (1945-1949), industri pengolahan tembakau seperti rokok kretek dan cerutu di Jawa Tengah atau Jawa Timur serta sektor perkebunan dan tambang merupakan kantong terbesar pekerja perempuan di Indonesia. Moendarsih muncul dari serikat sektoral yang tergabung dalam federasi SOBSI, berbeda dengan serikat pabrik yang pasif, serikat buruh rokok dan tambang kala itu bergerak militan menuntut dekolonisasi ekonomi pribumi. Dalam kongres-kongres buruh pertengahan 1950-an, Moendarsih tercatat aktif memperjuangkan konsolidasi buruh pabrik rokok, khususnya dalam kebutuhan buruh perempuan[2].
Kiprah Moendarsih
sunting- Moendarsih dan pimpinan buruh perempuan di SOBSI memimpin aksi perundingan dan pemogokan untuk menuntut pengusaha mematuhi hak reproduksi seperti cuti haid 2 hari berbayar dan cuti melahirkan 3 bulan[3].
- Moendarsih menyuarakan kesetaraan upah yang dilatarbelakangi oleh sistem upah borongan diskriminatif di industri rokok kretek, di mana pelinting rokok perempuan dibayar lebih rendah dibanding laki-laki di bagian gudang atau pengepakan[3].
- Advokasi serikat mendesak manajemen menyediakan fasilitas penitipan anak serta jaminan air bersih dan ventilasi ruangan[3].
Representasi Politik
sunting- Melalui pemilu 1955, gerakan buruh dan organisasi perempuan memperoleh panggung formal. Nama Moendarsih tercatat dalam arsip anggota DPR transisi atau Konstituante yang mewakili buruh dan partai progresif[4].
- Suara Moendarsih difokuskan pada pengawasan regulasi ketenagakerjaan, penolakan kenaikan harga bahan pokok pangan, serta menentang intervensi militer dalam sengketa perburuhan yang mulai menguat menjelang akhir era Demokrasi Parlementer[4].
Referensi
sunting- ↑ "Konstituante.Net". Konstituante.Net. Diakses tanggal 2026-09-08.
- ↑ "Aktifkan JavaScript untuk menggunakan penelusuran". www.google.com. Diakses tanggal 2026-09-08.
- 1 2 3 "Aktifkan JavaScript untuk menggunakan penelusuran". www.google.com. Diakses tanggal 2026-09-08.
- 1 2 Kathirithamby-Wells, J. (1993). "Hulu-hilir Unity and Conflict: Malay Statecraft in East Sumatra before the Mid-Nineteenth Century". Archipel. 45 (1). Association Archipel: 77–96. doi:10.3406/arch.1993.2894.