Kolekalsiferol
Kolekalsiferol atau dikenal juga sebagai vitamin D3 adalah salah satu vitamin yang dapat membantu tubuh menyerap kalsium dan fosfor dan berfungsi untuk menjaga kesehatan dan kepadatan tulang.[1] Kolekalsiferol merupakan salah satu jenis vitamin yang larut dalam lemak.[1] Kolekalsiferol diproses oleh tubuh saat kulit terpapar sinar matahari.[2] Kolekalsiferol pertama kali ditemukan pada tahun 1936 dan termasuk ke dalam daftar obat esensial Organisasi Kesehatan Dunia.[3][4] Kolekalsiferol masuk ke dalam kategori obat generic dan tersedia secara bebas di toko obat. Kolekalsiferol juga dapat digunakan sebagai obat pembasmi hewan pengerat.[5][6]
| Data klinis | |
|---|---|
| Pengucapan | /ˌkoʊləkælˈsɪfərɒl/ |
| Nama dagang | Osteosan, Prove D3, Tride |
| Nama lain | vitamin D3, activated 7-dehydrocholesterol |
| AHFS/Drugs.com | |
| License data | |
| Kode ATC | |
| Status hukum | |
| Status hukum |
|
| Pengenal | |
| |
| Nomor CAS | |
| PubChem CID | |
| DrugBank | |
| ChemSpider | |
| UNII | |
| ChEBI | |
| ChEMBL | |
| CompTox Dashboard (EPA) | |
| ECHA InfoCard | 100.000.612 |
| Data sifat kimia dan fisik | |
| Rumus | C27H44O |
| Massa molar | 384.64 g/mol |
| Model 3D (JSmol) | |
| Titik leleh | 83–86 °C (181–187 °F) |
| Titik didih | 4.964 °C (8.967 °F) |
| Kelarutan dalam air | Tidak dapat larut dalam air; dapat larut sepenuhnya dalam cairan etanol, metanol dan beberapa cairan pelarut organik, sedikit larut dalam minyak sayur. |
| |
| |
Kegunaan
suntingSalah satu kegunaan kolekalsiferol adalah untuk mengobati dan mencegah gangguan tulang seperti rakhitis dan osteomalacia.[1] Penggunaan kolekalsiferol bersamaan dengan kalsium dapat digunakan untuk mengobati atau mencegah tulang keropos.[1] Selain itu, kolekalsiferol juga dapat digunakan bersamaan dengan obat lain untuk mengobati rendahnya tingkat kalsium atau fosfat yang disebabkan oleh gangguan tertentu seperti hipoparatiroidisme, pseudohipoparatiroidisme, kelompok hipofosfatemia.[1] Kolekalsiferol yang berbentuk tetes dapat diberikan kepada bayi yang sedang diberi ASI sebagai suplemen tambahan.[1]
Penggunaan
suntingBeberapa hal yang harus diperhatikan sebelum mengonsumsi kolekalsiferol adalah:
- Kolekalsiferol dikonsumsi sesuai dengan arahan dari dokter.[1]
- Kolekalsiferol dapat diserap dengan baik ketika digunakan setelah makan tetapi dapat digunakan dengan atau tanpa makanan.[1]
- Dosis yang diberikan disesuaikan pada kondisi medis, jumlah paparan sinar matahari, diet, usia, dan respon terhadap pengobatan.[1]
- Obat-obat tertentu seperti kolestiramin atau kolestipol, minyak mineral, dan orlistat dapat menurunkan penyerapan Kolekalsiferol.[1] Pisahkan penggunaan obat-obat tersebut selama mungkin dari penggunaan Kolekalsiferol dengan jarak minimal 2 jam.[1]
- Kolekalsiferol yang berbentuk cairan dapat dikonsumsi menggunakan sendok atau perangkat penakar obat agar mendapatkan dosis yang tepat.[1]
- Kolekalsiferol berbentuk tablet kunyah atau wafer dapat dikunyah secara menyeluruh sebelum menelannya.[1]
- Jika digunakan bersamaan dengan obat lain, sebaiknya Kolekalsiferol dikonsumsi pada waktu menjelang tidur.[1]
- Kolekalsiferol sebaiknya dikonsumsi secara teratur pada waktu dan jam yang sama.[1]
- Kolekalsiferol tidak boleh digunakan bersamaan dengan suplemen atau vitamin lainnya kecuali atas saran dokter.[1]
Referensi
sunting- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 (Indonesia) Hello Sehat. "Vitamin D3 obat apa?". Diakses tanggal 8 Desember 2019.
- ↑ Hamilton, Richart (2015). Tarascon Pocket Pharmacopoeia 2015 Deluxe Lab-Coat Edition. Jones & Bartlett Learning. hlm. 231. ISBN 9781284057560.
- ↑ Fischer, Janos; Ganellin, C. Robin (2006). Analogue-based Drug Discovery (dalam bahasa Inggris). John Wiley & Sons. hlm. 451. ISBN 9783527607495. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2016-12-30. Diakses tanggal 2016-12-29.
- ↑ World Health Organization (2019). "World Health Organization model list of essential medicines: 21st list 2019". World Health Organization (WHO). hdl:10665/325771.
- ↑ "Merck Veterinary Manual - Rodenticide Poisoning: Introduction". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2007-01-17.
- ↑ Rizor, Suzanne E.; Arjo, Wendy M.; Bulkin, Stephan; Nolte, Dale L. Efficacy of Cholecalciferol Baits for Pocket Gopher Control and Possible Effects on Non-Target Rodents in Pacific Northwest Forests. Vertebrate Pest Conference (2006). USDA. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2012-09-14. Diakses tanggal 2019-08-27.
0.15% cholecalciferol bait appears to have application for pocket gopher control.' Cholecalciferol can be a single high-dose toxicant or a cumulative multiple low-dose toxicant.