Doksisiklin

senyawa kimia

Doksisiklin (doxycycline) adalah senyawa antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi akibat bakteri dan parasit tertentu. Senyawa ini digunakan untuk mengobati pneumonia bakterial, jerawat, infeksi klamidia, Penyakit Lyme, kolera, Penyakit Rickettsia, dan sifilis. Doksisiklin juga digunakan untuk mencegah malaria, dan jika digabungkan dengan kuinina dapat mengobati malaria. Doksisiklin dapat ditelan atau diinfus (disuntikkan ke pembuluh darah).[1]

Doksisiklin
Data klinis
Pengucapan/ˌdɒksɪˈskln/
DOKS-i-SY-kleen
Nama dagangDohixat, Doryx, Doxicor, Doxyhexal, Doxylin, Interdoxin, dan lain-lain
AHFS/Drugs.commonograph
MedlinePlusa682063
License data
Kategori
kehamilan
  • AU: D
    Rute
    pemberian
    ditelan, diinfus[1]
    Kode ATC
    Status hukum
    Status hukum
    Data farmakokinetika
    Bioavailabilitas100%
    Pengikatan protein90%
    MetabolismeHati
    Waktu paruh eliminasi15–25 jam
    EkskresiUrin (40%)
    Pengenal
    • (4S,4aR,5S,5aR,6R,12aS)-4-(Dimetilamino)-3,5,10,12,12a-pentahidroksi-6-metil-1,11-diokso-1,4,4a,5,5a,6,11,12a-oktahidrotetrasena-2-karboksamida
    Nomor CAS
    PubChem CID
    DrugBank
    ChemSpider
    UNII
    KEGG
    ChEBI
    ChEMBL
    CompTox Dashboard (EPA)
    ECHA InfoCard100.008.429 Sunting di Wikidata
    Data sifat kimia dan fisik
    RumusC22H24N2O8
    Massa molar444.43 g/mol
    Model 3D (JSmol)
    • CN(C)[C@@H]3C(\O)=C(\C(N)=O)C(=O)[C@@]4(O)C(/O)=C2/C(=O)c1c(cccc1O)[C@H](C)[C@H]2[C@H](O)[C@@H]34
    • InChI=1S/C22H24N2O8.H2O/c1-7-8-5-4-6-9(25)11(8)16(26)12-10(7)17(27)14-15(24(2)3)18(28)13(21(23)31)20(30)22(14,32)19(12)29;/h4-7,10,14-15,17,25,27-29,32H,1-3H3,(H2,23,31);1H2/t7-,10+,14+,15-,17-,22-;/m0./s1 checkY
    • Key:XQTWDDCIUJNLTR-CVHRZJFOSA-N checkY
     ☒NcheckY (what is this?)  (verify)

    Doksisiklin adalah antibiotik spektrum luas dari kelas tetrasiklin.[1] Seperti agen-agen tetrasiklina lainnya, senyawa ini menghambat atau membunuh bakteri dengan melakukan penghambatan terhadap produksi protein.[1][2] Doksisiklin membunuh malaria dengan menyerang apikoplas, sebuah organel plastid.[3][4] Efek samping yang umum adalah diare, mual-mual, dan meningkatnya risiko bakaran matahari (untuk kelompok tertentu). Untuk wanita hamil setelah trimester pertama dan anak kecil, senyawa ini dapat menimbulkan masalah permanen pada gigi. Doksisiklin kemungkinan aman untuk wanita menyusui.[1]

    Referensi

    sunting
    1. 1 2 3 4 5 "Doxycycline calcium". The American Society of Health-System Pharmacists. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 September 2015. Diakses tanggal 18 Agustus 2015.
    2. Nelson, ML; Levy, SB (December 2011). "The history of the tetracyclines". Annals of the New York Academy of Sciences. 1241 (1): 17–32. Bibcode:2011NYASA1241...17N. doi:10.1111/j.1749-6632.2011.06354.x. PMID 22191524.
    3. McFadden GI (March 2014). "Apicoplast". Curr. Biol. 24 (7): R262–3. doi:10.1016/j.cub.2014.01.024. PMID 24698369.
    4. Schlagenhauf-Lawlor, Patricia (2008). Travelers' Malaria (dalam bahasa Inggris). PMPH-USA. hlm. 148. ISBN 9781550093360.