Dermaga Valongo
Dermaga Valongo adalah sebuah lokasi bersejarah yang diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada 9 Juli 2017, dan merupakan bukti fisik utama kedatangan orang Afrika yang diperbudak ke benua Amerika. Sebagai site of conscience, tempat ini mencerminkan keterkaitan langsung dengan praktik perbudakan dan migrasi paksa besar-besaran yang terjadi dalam sejarah.[1]
| Situs Warisan Dunia UNESCO | |
|---|---|
Rio de Janeiro - Dermaga Valongo, pelabuhan utama masuknya budak di benua Amerika, diakui sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO | |
| Nama resmi | Situs Arkeologi Dermaga Valongo |
| Lokasi | Rio de Janeiro, Brasil |
| Kriteria | Budaya: vi |
| Pengukuhan | 2017 (Sesi ke-41) |
Sejarah
suntingDermaga Valongo atau Cais do Valongo dalam bahasa Portugis, yang terletak di kawasan pelabuhan tua Rio de Janeiro di pusat kota Brasil, merupakan situs arkeologi yang tumpang tindih. Lapisan tertuanya menampilkan jalan berbatu (pé de moleque) yang dulu dilalui para budak ketika mereka tiba di Rio de Janeiro pada abad ke-19. Perdagangan budak segitiga merupakan jaringan dagang yang menghubungkan Eropa, Afrika, dan Amerika dari abad ke-15 hingga abad ke-19. Jalur ini berawal dari pelabuhan-pelabuhan Eropa, tempat kapal berangkat membawa berbagai komoditas untuk kemudian ditukar dengan budak di pesisir barat Afrika. Diperkirakan sekitar empat juta orang dibawa ke Brasil sebagai budak melalui sistem perdagangan ini. Sejak 1774, sebagian besar budak yang tiba di Rio de Janeiro masuk melalui Pantai Valongo, lokasi pasar budak terbesar di wilayah tersebut. Pada 1811, sebuah dermaga batu dibangun di lokasi ini untuk menampung kapal-kapal yang datang. Sekitar satu juta budak diyakini pernah memasuki Brasil melalui dermaga tersebut. Meskipun Portugal menyatakan komitmennya untuk mengakhiri perdagangan manusia pada 1810-an, kegiatan penyelundupan tetap berlangsung. Dermaga Valongo baru berhenti beroperasi pada 1831. Pada 1843, lokasi ini dinamai ulang sebagai "Dermaga Sang Permaisuri" untuk memperingati kedatangan Putri Teresa Cristina dari Bourbon, yang menjadi permaisuri setelah menikah dengan Kaisar Pedro II. Perbudakan di Brasil secara resmi dihapuskan pada 1888 melalui penandatanganan "Undang-Undang Emas". Pada 1911, Dermaga Valongo ditimbun sebagai bagian dari proyek perbaikan kota. Dalam proyek renovasi kawasan pelabuhan yang dimulai pada 2011, sebagian struktur asli dermaga serta beragam artefak yang berasal dari Kongo, Angola, dan Mozambik berhasil ditemukan kembali.[2] Puing-puing di dermaga ini dibuka untuk umum setelah digali, terdiri dari bagian dermaga batu asli tempat para budak dulu mendarat. Saat masih beroperasi, dermaga ini terhubung dengan berbagai bangunan pendukung termasuk gudang, fasilitas karantina, lazaretto, dan Pemakaman Afrika Baru. Struktur-struktur tersebut kini tidak lagi berdiri, tetapi sebagian masih tersimpan sebagai sisa-sisa bawah tanah di dalam zona penyangga dan tetap berada di bawah perlindungan hukum.[3]
Perlindungan dan pengelolaan
suntingSitus arkeologi di Dermaga Valongo dilindungi oleh Undang-Undang Federal Brasil No. 3924 yang ditetapkan pada tanggal 26 Juli 1961, dan secara resmi didaftarkan pada 25 April 2012. Perlindungan dan pengelolaannya berada di bawah Instituto do Patrimônio Histórico e Artístico Nacional (IPHAN). Situs ini memiliki nilai penting bagi masyarakat Afrika-Brasil, yang ikut merawat dan melestarikannya melalui kehadiran sehari-hari, praktik keagamaan, dan ritual yang terkait dengan tempat tersebut. Kehadiran kelompok masyarakat di sekitar lokasi, termasuk sebuah gereja aliran Afrika yaitu Iglesia Universal, berada di dekat situs memperkuat rasa kepemilikan dan penjagaan komunitas terhadap situs tersebut. Konservasinya diawasi oleh IPHAN dengan dukungan Companhia de Desenvolvimento do Porto do Rio de Janeiro (CDURP). Rencana konservasi telah diterapkan, dengan pemantauan rutin untuk mencegah erosi dan menjaga sistem drainase berjalan baik. Pengelolaan jangka panjang akan dilakukan oleh dewan yang dibentuk IPHAN, yang melibatkan masyarakat sipil serta lembaga pemerintah di tingkat federal, negara bagian, dan kota.[3]
Referensi
sunting- ↑ "Valongo Wharf Archaeological Site, Brazil". Google Arts & Culture (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-18.
- ↑ Buenos Aires IT - buenosairesit.com. "Valongo Wharf - CIPDH - UNESCO". CIPDH - UNESCO (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-18.
- 1 2 Centre, UNESCO World Heritage. "Valongo Wharf Archaeological Site". UNESCO World Heritage Centre (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-18.