Aozora Bunko

Situs perpustakaan digital Jepang

Aozora Bunko (青空文庫, Perpustakaan Langit Terbuka) adalah situs perpustakaan digital yang menyediakan secara gratis koleksi buku yang berstatus domain publik atau buku yang masa perlindungan hak ciptanya sudah habis.[1] Proyek ini hampir serupa dengan Proyek Gutenberg, hanya koleksinya adalah buku berbahasa Jepang[2] dari zaman Meiji hingga awal zaman Showa, dan buku hasil terjemahan dari bahasa Inggris. Pada bulan Januari 2007, jumlah koleksi sudah melebihi 6.000 judul buku.

Aozora Bunko
Jenis situs
Perpustakaan digital
Tersedia dalambahasa Jepang
PemilikKomunitas
Dibuat olehPerintis Aozora Bunko (Aozora Bunko Yobikake-nin)
URLwww.aozora.gr.jp
Bersifat komersial?Tidak

Situs ini juga memiliki sejumlah karya yang belum habis masa perlindungan hak ciptanya. Namun buku tersebut bisa diunduh, dibaca, atau digandakan untuk keperluan pribadi, atau anggota keluarga yang serumah sesuai Pasal 30 UU Hak Cipta Jepang.[3] Buku yang masih dalam masa perlindungan hak cipta dibedakan dengan halaman katalog berwarna merah jambu.

Sejarah

sunting

Aozora Bunko didirikan pada tahun 1997 dengan tujuan menyediakan akses bebas dan luas terhadap karya-karya sastra Jepang yang hak ciptanya telah berakhir. Penggerak utama proyek ini adalah Michio Tomita, yang terdorong oleh keyakinan bahwa orang-orang yang memiliki minat bersama seharusnya saling bekerja sama dan berkolaborasi.[4]

Di Jepang, Aozora Bunko kerap dianggap sebagai padanan dari Proyek Gutenberg.[5] Sebagian besar teks yang tersedia merupakan karya sastra Jepang, meskipun terdapat pula sejumlah terjemahan sastra berbahasa Inggris. Sumber-sumber tersebut dapat ditelusuri berdasarkan kategori, pengarang, maupun judul, serta dilengkapi penjelasan rinci mengenai cara penggunaan platform. Berkas-berkasnya dapat diunduh dalam format PDF atau dibaca secara daring dalam format HTML.[6]

Setelah wafatnya Michio Tomita pada tahun 2013, dibentuklah Future of Books Fund (本の未来基金, Hon no Mirai Kikin) sebagai lembaga independen yang bertujuan mendukung pendanaan dan operasional Aozora Bunko.[7]

Koleksi

sunting

Menurut Undang-undang Hak Cipta Jepang, masa perlindungan hak cipta berlaku hingga 50 tahun setelah penulis meninggal dunia.[8] Di antara koleksi buku sastra yang paling tua terdapat karya sastrawan seperti Mori Ōgai, Natsume Soseki, dan Ryūnosuke Akutagawa. Sementara itu, koleksi buku sastra yang termuda antara lain diwakili karya Atsushi Nakajima (meninggal dunia 1942), Osamu Dazai (†1948), Fumiko Hayashi (†1951), Yuriko Miyamoto (†1951), Hori Tatsuo (†1953), Ango Sakaguchi (†1955), dan Kotaro Takamura (†1956).

Seluruh pekerjaan digitalisasi dilakukan oleh komunitas relawan. Buku didistribusikan dalam bentuk berkas teks (buku-e) tanpa ilustrasi, dengan format karakter JIS X 0208 (Shift JIS). Sebagian besar berkas di Aozora Bunko tersedia dalam 3 jenis format: berkas teks biasa, berkas HTML, dan berkas ExpandBook (.ebk) yang dibaca dengan perangkat lunak gratis ExpandBook Diarsipkan 2016-11-27 di Wayback Machine.. Setelah diunduh, buku-e bisa dibaca dengan perangkat lunak yang menampilkan tulisan Jepang secara vertikal di komputer pribadi, PDA, atau telepon genggam.

Di dalam teks, aksara kanji yang sulit dibaca dilengkapi dengan karakter ruby (furigana) untuk menunjukkan cara membacanya. Karakter ruby ditulis di antara tanda kurung lancip 《》 untuk mengikuti aturan penyiapan naskah Asosiasi Penyokong Buku Tuna Netra di Jepang (Books for the Blind Association),[1] misalnya:

  • 青空|文庫《ぶんこ》 (aksara hiragana ぶんこ dipakai untuk menunjukkan cara membaca aksara kanji "bunko" 文庫)
  • 本日は晴天《せいてん》なり。 (aksara hiragana せいてん dipakai untuk menunjukkan cara membaca aksara kanji "seiten" 晴天)
  • Karakter ruby digunakan untuk menunjukkan alternatif cara membaca, seperti:ブルースカイ《青空》 (blue sky dibaca sebagai aozora).

Referensi

sunting
  1. 1 2 "Digital Japanese Literature: Aozora Bunko – Arts and Humanities Research Computing". Diakses tanggal 2024-05-21.
  2. Honda, Takeshi; Imai, Mitsuko (2021-04-12). "Stay-at-home lifestyle amid pandemic boosts northern Japan's e-libraries". Mainichi Daily News (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-05-21.
  3. "Chapter II Rights of Authors, Subsection 5 Limitations on Copyright". Copyright Law of Japan. Copyright Research and Information Center. Diarsipkan dari asli tanggal 2009-09-05. Diakses tanggal 26 Agustus. ; ; ;
  4. "Electronic Library National Liaison Conference FY2003", National Diet Library Newsletter. No. 30. April 2003.
  5. Tamura, Aya. "Novelists, others want copyright protection extended". The Japan Times Online. 2026-05-24
  6. Intute. "Intute: Arts and Humanities - Full record details for Aozora bunko". www.intute.ac.uk (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-05-24.
  7. "青空文庫呼びかけ人・富田倫生さんを偲んで/追悼イベントのお知らせ". ハフポスト (dalam bahasa Jepang). 2013-09-01. Diakses tanggal 2026-05-24.
  8. "IV. How Long Does Author's Right Continue?". Copyright Research and Information Center. Diarsipkan dari asli tanggal 2007-09-05. Diakses tanggal 26 Agustus. ; ; ;

Bacaan lebih lanjut

sunting
  • Aozora Bunko e Yōkoso: Internet Kōkyō Toshokan no Kokoromi (青空文庫へようこそ インターネット公共図書館の試み), Trans Art, 1999.ISBN 4-88752-115-4
  • Eiji Noguchi, Internet Toshokan: Aozora Bunko (インターネット図書館 青空文庫), Harushobō, 2005. ISBN 4-89984-072-1

Pranala luar

sunting